Ngopi, Pengurai Masalah, Penghantar Konsentrasi

Kopi bukan hanya komoditas ekonomi-bisnis. Kopi atau ngopi menjadi gaya hidup nyaris oleh semua segmen sosial. Ia menjadi media komunikasi sosial cukup efektif serta wahana membicarakan berbagai persoalan kehidupan. Dari kopi muncul kehangatan yang sesungguhnya.

ngopi

Adzan Isy’a baru saja berkumandang. Beberapa ibu muda mulai berdatangan. Satu per satu. Seraya berbincang santai, mereka memesan kopi. Setelah nyeruput kopi, pembicaraan pun dimulai. Ngalor-ngidul. Sejurus kemudian, perbincangan mulai serius. Maklum, malam itu mereka datang untuk berkumpul hanya untuk membicarakan kasus terbongkarnya vaksin palsu.
Itulah suasana malam itu di kedai kopi “Dakon Coffe“. Para pengunjung kedai kopi yang berada di Jalan Raya RA Basuni, Kedungpring, Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, itu berasal dari kalangan mahasiswa, pekerja dan komunitas. Mereka ada yang hanya sekadar ngopi, tapi ada pula yang kumpul- kumpul membicarakan masalah tertentu.

 Media Komunikasi Efektif

Kopi dan tradisi ngopi memiliki sejarah panjang. Orang ngopi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik atas kopi. Melainkan, di kedai kopi, seraya ngopi mereka melakukan sharing gagasan. Tak jarang, berbagai persoalan aktual dibincangkan di kedai kopi.

ngopi-bareng

Mulai persoalan ringan hingga persoalan berat. Baik persoalan rumah tangga, sosial, politik, pemilihan umum, krisis ekonomi, dan lain-lain.
Kini, ngopi tidak hanya menjadi gaya hidup di kalangan laki-laki. Kalangan ibu- ibu juga menjadi penikmat kopi. Di berbagai kedai kopi sering didapati ibu-ibu berkumpul seraya meminum kopi. “Kalau ada masalah yang perlu didiskusikan, kami kadang memilih cafe,” kata Siti Fatimah, Ketua Komunitas Ibu Muda Mojokerto.
Fatimah mengakui, cafe menjadi tempat yang sangat efektif membicarakan berbagai persoalan.

Di kedai kopi, Fatimah bersama anggotanya bebas menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masing-masing dan dicarikan solusi bersama.
“Ada sejuta solusi dalam secangkir kopi,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur H. Saifullah Yusuf di hadapan pengurus Gerakan Pemuda Ansor NU se-Jatim, akhir Juni lalu. “Dengan ngopi, kita bisa saling akrab. Banyak hal bisa muncul dari budaya ngopi” ujarnya di acara “Ngopi Bareng” di Kantor PWNU Jatim itu.
Menurut Gus Ipul – panggilan akrab dia, kopi menjadi salah satu komoditas andalan utama ekspor dari Jawa Timur. Saat ini, ekspor kopi dari Jawa Timur hampir mencapai 100 ribu ton per tahun, sebuah angka yang cukup tinggi di tengah terus menurunnya nilai ekspor kopi secara nasional. “Makanya, mari kita kampanyekan budaya ngopi” ujarnya seraya tersenyum penuh makna.
Tak jarang, dari kedai kopi muncul gagasan segar dan hasil karya penting. “Saat melukis, saya pasti harus sambil ngopi” kata Nonot Sukrasmono. Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, ini mengaku tidak bisa menghasilkan karya lukisan bila tidak ditemani secangkir kopi dan rokok.
Kopi atau ngopi sudah menjadi gaya hidup semua kalangan.

Dari anak-anak muda hingga dewasa, profesional, akademisi, politisi, hingga masyarakat biasa. Alhasil, kopi atau ngopi bukan sekadar aktivitas ekonomi-bisnis. Ngopi menjadi wahana komunikasi serta interaksi sosial dan berbagi ide.

Ngopi, Tradisi Sufi

Tradisi meminum kopi memiliki sejarah panjang. Dulu, para Sufi sudah biasa meminum kopi. Di mata para Sufi, kopi memiliki keistimewaan. Menurut praktisi Tasawuf Candra Malik, para Sufi menjadikan kopi sebagai daya pacu beribadah di waktu malam. Mereka meminum kopi agar kuat shalat malam, baca al-Qur’an, berzikir dan merenung sepanjang malam.
Bahkan, oleh Sufi Ali bin Omar dari Yaman, kopi dijadikan obat aneka penyakit. “Kopi terus  menyebar ke seluruh dunia dengan banyak kisah,” ujarnya.
Menurut dia, kebiasaan kopi yang diseduh dan disajikan ke dalam cangkir memiliki makna yang cukup dalam.

Cangkir yang kecenderungannya memiliki tangkai oleh kaum sufi dianalogikan seolah sedang memegang telinga sendiri. “Setelah kuping terpegang dan kopi mendekat, kau aktifkan lidah sebagai indera penyesap dan hidung sebagai indera pencium,” kata Candra menirukan dawuh gurunya.
Candra menegaskan, ketika kopi disesap maka panasnya secangkir kopi akan membuka pori-pori kulit. Sehingga seluruh lima indera dalam diri menjadi aktif. “Inilah mengapa tatkala mengaji tasawuf, seorang murid biasanya disuguhi secangkir kopi oleh Sang Mursyid,” ujarnya.
Imam Ibnu Hajar Al Haitami pernah berkata, “Ketahuilah duhai hati yang gelisah bahwa kopi ini telah dijadikan oleh Ahli Shafwah (orang orang yang bersih hatinya) sebagai pengundang akan datangnya cahaya dan rahasia Tuhan, penghapus kesusahan.”
Alhasil. Tradisi meminum kopi bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan fisik, melainkan dijadikan wahana membangun interaksi sosial serta berdiskusi tentang berbagai persoalan. Oleh para sufi, kopi digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tahukah Anda?

Pada sebuah penelitian, perempuan yang mengkonsumsi maksimal 2 cangkir kopi sehari mengurangi risiko bunuh diri. Aroma kopi diyakini mempunyai peranan dalam mengurangi stress karena memicu aktivitas gen untuk melindungi sel-sel saraf. Walaupun demikian para peneliti mengingatkan bahwa mengkonsumsi lebih dari empat cangkir kopi setiap hari merugikan kesehatan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kopi dapat membantu kesehatan hati. Konsumsi kopi secara teratur dapat mengurangi risiko seseorang dari primary sclerosing cholangitis (PSC), yaitu penyakit autoimun langka yang mengakibatkan gagal hati, sirosis hati, dan bahkan-kanker.
Jika dikonsumsi dengan tepat, kopi dapat membantu menekan nafsu makan. Kehilangan cairan di dalam tubuh karena mengkonsumsi kopi akan mengakibatkan tubuh memproses panas dan energi. Meskipun demikian cairan harus segera digantikan untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Advertisements

7 Tahun Usia Rawan Perkawinan

Apa dua hal yang patut diperhatikan begitu dua orang berlainan jenis kelamin masuk ke gerbang perkawinan; UANG dan SEKS. Dua hal yang dulunya bersifat pribadi kini harus dibuka kepada pasangan. Acara “buka-bukaan”ini jika tidak berjalan mulus akan berpengaruh terhadap laju kapal perkawainan yang sedang dikemudikan. Kandas ditengah jalan atau mencapai pulau impian.

Perkawinan melibatkan dua sejoli dengan latar belakang kehidupan dan perkembangan jiwa yang berbeda. Tak soal banyak atau sedikitnya perbedaan, yang jelas masa penyesuaian setelah mereka menikah bisa menimbulkan konflik. Tak jarang konflik yang tak terselesaikan oleh mereka akhirnya mengakhiri perkawinan itu sendiri.

Tak Semua Konflik Merusak

Patut direnungkan bahwa relasi dua sejoli seyogianya merupakan relasi inti atas dasar saling mengasihi dan mencintai. Tidak setiap konflik didalam perkawinan bersifat merusak. Ada konflik yang justru bersifat membangun, yakni konflik yang justru membuat kedua pasangan lebih saling memahami dan mengenali apa yang diinginkan oleh pasanganya. Dengan begitu penyesuaian antar pasangan dapat diciptakan dengan hasil yng lebih baik.

Konflik Sebagai Bumbu

Keputusan Menikah harus disadari oleh masing-masing pasangan bahwa mereka memiliki mimpi yag sesuai tentang kehidupan perkawinan. Memang, terkadang mimpi tadi tidak terwujud dalam dunia nyata yang mereka hadapi. Namun, dengan kesadaran akan cinta kasih yang terjalin, kedua pasangan akan berupaya mewujudkan mimpi mereka semaksimal mungkin. Untuk mengenali apakah mimpi tentang keluarga yang ingin dibangun itu benar-benar tercipta, kedua pasangan dapat menelusuri dan menilai berbagai kegiatan bersama yang dilakukan. Ada beberapa aspek kehidupan yang memang perlu dinilai dan didiskusikan oleh kedua pasangan dalam menjalani perkawinan, saat melalui usia perkawinan tujuh tahun pertama.

Jangan Batasi Dialog Keintiman

Setiap pasangan memiliki aturan khusus yang dibuat untuk memberikan pengaruh bagi terciptanya kehidupan keluarga yang berkualitas baik. Keintiman relasi cinta-kasih sayang yang saling mendukung. Jenis relasi ini mengacu pada saling memperhatikan, lembut, dan penuh pengertian satu sama lain, yang membuat kedua pasangan merasa dihargai dan dianggap penting. Kondisi penuh kasih sayang ini akan membuat pasangan menjadi lebih kuat saat menghadapi situasi stress.

Keintiman seksual. Merupakan hal terpenting yang harus dibina sejak awal perkawinan. Sikap seksual positif harus dibina antar pasangan, dalam arti kedua pasangan menempatkan masalah seksual dalam posisi yang positif, terbuka dalam mendiskusikanya tanpa rasa enggan dan malu.

Keintiman dalam kegiatan diwaktu senggang. Lima hari dalam seminggu masing-masing pasangan melakukan kegiatan berbeda sesuai dengan karir yang sedang dijalani. Sore hari akhir minggu dan masa cuti merupakan peluang pasangan untuk menikmati hari istirahat yang menyenangkan. Dengan melakukan permainan bersama, maka pengertian diantara mereka akan semakin meningkat.

Keintiman dengan keluarga besar kedua pasangan. Untuk beberapa keluarga, keintiman antarkedua pasangan perkawinan akan diperkaya dengan relasi yang terjalin baik dengan keluarga besar, seperti orang tua, mertua, paman, bibi, ipar, dari kedua belah pihak. Berkumpul saat-saat hari Natal, Tahun Baru, atau Lebaran membut pasangan memperoleh perasaan diterima dikeluarga besar dan meningkatkan penerimaan masing-masing akan pasanganya.

Seks Lancar, Perkawinan Langgeng

Kegiatan seksual hanyalah salah satu unsur dalam perkawinan. Namun, tak jarang persoalan seksual membuat sebuah perkawinan tidak berjalan sebagai mana mestinya. Oleh sebab itu, pasangan harus meyakini bahwa menyenangi kegiatan seksual dalam ikatan perkawinan merupakan pertanda kebahagiaan perkawinan.

Untuk itu, ada beberapa acuan yang dapat diikuti oleh pasangan muda seperti dibawah ini;

  • Jadikan seks sebagai prioritas
  • Rencanakan waktunya dengan baik, artinya tidak dalam keadaan lelah, terburu-buru. Bisa pagi, sore, atau malam hari.
  • Pusatkan aktivitas fisik dengan penyertaan emosional sehingga relasi seksual tidak dibebankan oleh pekerjaan atau isi pikiran lain.
  • Carilah kesenangan pasangan kita atau bahkan sampaikan apa yang kita inginkan dari pasangan kita saat melakukan hubungan intim.
  • Cara yang lebih imajinatif akan membahagiakan pasangan. Ingat akan kualitas hubungan yang harus diutamakan, yaitu berikan kepuasan pasangan akan elusan, pelukan, permaianan penyertaan yang menyenangkan pasangan.
  • Yang penting, jadikan keintiman seksual sarana utama bagi peningkatan keintiman relasi keseharian.

Konflik Indonesia-Malaysia

Konflik Indonesia-Malaysia dalam realitasnya bukan hal baru, secara historis konflik antara kedua negara pernah terjadi pada periode 1963-1966.

  1. Indonesia-Malaysia terlibat konflik pada masa  tersebut  karena  dipicu  oleh  perbedaan  perspektif  keduanya  terkait  rencana  integrasi sebagian wilayah Kalimantan Utara (Sabah, Sarawak dan Brunei) kedalam Federasi Malaysia. Indonesia memandang rencana integrasi tiga wilayah Kalimantan Utara tersebut sebagai proyek neo kolonialisme sementara Malaysia memandang rencana integrasi tiga wilayah Kalimantan Utara sebagai proyek dekolonialisme. Perbedaan perspektif inilah yang kemudian mendorong Indonesia melancarkan kebijakan konfrontasi terhadap Malaysia.  Hal ini pernah berlangsung  semenjak  Menteri  Luar  Negeri  Indonesia,  Subandrio  mengumumkan  politik konfrontasi Indonesia terhadap Malaysia pada 20 Januari 1963.
  2. Dalam perkembangannya, Indonesia-Malaysia sepakat untuk meredakan konflik melalui cara- cara diplomatis. Para perwakilan calon negara anggota Malaysia dan pemerintah Indonesia serta dengan mediasi pemerintah Filipina sepakat untuk berunding di Manila, 31 Juli 1963.
  3. Dari perundingan tersebut, dicapai kesepakatan bahwa tiga wilayah Kalimantan Utara baru bisa diputuskan akan masuk menjadi Federasi Malaysia setelah diadakan referendum apakah penduduk dari ketiga wilayah ingin bergabung dengan Malaysia atau tidak. Kesepakatan ini kemudian  mengikutsertakan  survei  Perserikatan  Bangsa-Bangsa  (PBB)  untuk  menentukan pilihan penduduk di Kalimantan Utara.
  4. Namun demikian, sebelum persetujuan di atas terealisir, kesepakatan   tersebut   terlebih   dahulu   dilanggar   oleh   Malaysia   yang   secara   sepihak mengumumkan tanggal berdirinya Federasi Malaysia pada 16 September 1963. Kenyataan  ini  mendahului  temuan  tim  survei  PBB  terkait  dengan  pilihan  penduduk Kalimantan Utara.
  5. Mengetahui keputusan sepihak Malaysia tersebut, Indonesia di bawah Presiden Soekarno mengklaim Malaysia telah melanggar Manila Agreement. Lebih lanjut, dalam pidatonya tanggal  23  September 1963  Sukarno secara resmi  dan  terbuka mendeklarasikan  konfrontasi militer “Ganyang Malaysia”.
  6. Perseteruan Indonesia-Malaysia baru berakhir setelah rezim Sukarno goyah akibat gejolak politik domestik tahun 1965. Konfrontasi pun secara resmi berakhir ketika masing-masing representasi dari kedua belah pihak meratifikasi perjanjian perdamaian pada 12 Agustus 1966.
  7. Terlepas dari preseden konflik terbuka antara Indonesia-Malaysia sudah berlalu, namun bibit konflik antara keduanya masih membekas sampai sekarang. Adanya sengketa Sipadan-Ligitan, sengketa   Ambalat   dan   sengketa   batas   maritim   adalah   bibit   konflik   baru   yang   sering menyebabkan terjadinya friksi antara Indonesia-Malaysia. Menarik untuk ditelusuri bersama, pasca konflik terbuka yang berakhir Agustus 1966, dalam konteks sekarang konflik antara Indonesia-Malaysia tidak hanya mencuat sekali dua kali. Keduanya sering terlibat konflik. Tahun 1979-2002, Indonesia-Malaysia terlibat sengketa perebutan dua pulau potensial (Sipadan Ligitan) yang berujung pada kesuksesan Malaysia mengakuisisi dua pulau tersebut. Februari 2005, Indonesia-Malaysia terlibat sengketa Ambalat. Pada periode tersebut kedua negara saling bersitegang terkait konsesi ekplorasi minyak yang diberikan masing-masing negara kepada korporasi Asing. Manuver militer antara kedua negara sempat pecah namun tidak sampai menggiring pada perang terbuka. Juni 2009, isu Ambalat cukup menyita perhatian bangsa Indonesia, ketika itu ketegangan di Blok Ambalat terulang kembali setelah sebelumnya ketegangan di perairan Ambalat sempat pecah pada tahun 2005. Pemicunya, Malaysia berkali-kali memasuki wilayah perairan Ambalat. Pelanggaran teritori Indonesia di perairan Ambalat oleh kapal-kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia  (TLDM)  pada  kurun  periode  2009  kerap  terjadi,  bahkan  ada  sejumlah  nelayan Indonesia  ditangkap  di  tempat  dan  dirampas  paksa  hasil  tangkapannya  karena  dianggap melanggar wilayah Malaysia di Ambalat.
  8. Agustus 2010, Polisi Diraja Malaysia menangkap tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau di perairan Tanjung Berakit, Bintan, saat mengamankan nelayan liar Malaysia yang ketahuan menangkap ikan di perairan Indonesia.
  9. Aksi  tidak  kooperatif  Malaysia  dalam perkembangannya sedikit banyak menggelorakan nasionalisme bangsa Indonesia, tidak sedikit di antara mereka yang kemudian menuntut pemerintah Indonesia mengambil sikap dan langkah tegas (konfrontasi).
  10. Tuntutan masyarakat tersebut dalam prakteknya ditanggapi dingin oleh  pemerintah Indonesia. Keputusan pemerintah dalam menyikapi setiap ulah provokatif Malaysia adalah pemerintah lebih memilih cara diplomatis sebagai jalan penyelesaian konflik.
  11. Terlepas dari kebijakan luar negeri Indonesia yang cendrung menempuh cara-cara diplomatis setiapkali terlibat konflik dengan Malaysia, dalam analisa penulis faktor krusial Indonesia tidak berani tegas  terhadap  Malaysia  adalah  adanya  pertimbangan  aliansi  pertahanan  Five  Power Defence Arrangements (FPDA) yang semakin eksis.
  12. Bendera Terbalik pada Sea Games 2017. Meskipun Menteri Belia dan Sukan Malaysia, Khairy Jamaluddin usai bertemu Menteri Imam di Hotel Shangrilla, Kuala Lumpur, Ahad 20 Agustus 2017, telah menyampaikan permintaan maaf atas kesilapan tersebut tapi kecaman terus berlangsung. Bahkan Menteri Dalam negeri Tjahjo Kumolo segera mengirimkan surat ‘protes’ kepada Kemendagri Malaysia dan Dubes Malaysia untuk Indonesia.
  13. FPDA merupakan sebuah aliansi pertahanan yang beranggotakan Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura dan Malaysia itu sendiri.
  14. Argumen penulis ini senada dengan analisa pengamat militer Universitas Indonesia, Andi Widjajanto, mengenai kemungkinan terjadinya perang terbuka antara Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, jika Indonesia mengumumkan perang terbuka dengan negara Malaysia, Indonesia harus mempertimbangkan keberadaan aliansi Malaysia bersama FPDA.
  15. Dari paparan di atas, maka penulis mencoba untuk mengeksplanasikan grand design karya ini: Bagaimana Implikasi.
  16. Five Power Defence Arrangements (FPDA) dalam Dinamika Konflik Indonesia-Malaysia?

Selayang Pandang konflik bilateral Indonesia-Malaysia 

Implikasi FPDA dalam dinamika konflik bilateral Indonesia-Malaysia adalah FPDA berimplikasi sebagai pengimbang (balancing) atas Indonesia. Hal ini terjadi pada periode awal pembentukan  FPDA, upaya perimbangan Malaysia bersama FPDA dipengaruhi oleh faktor- faktor seperti kekuatan agregat, kedekatan jarak geografis, kapabilitas ofensif dan kecendrungan ofensif negara pengancam.

Dalam implementasinya, selain berimplikasi sebagai pengimbang FPDA juga berimplikasi sebagai  strategi  deterrence  Malaysia dalam  rangka  mendeter  (menggertak)  Indonesia  ketika keduanya terlibat  konflik.  Tujuannya  agar  Indonesia  tidak  mengambil  kebijakan  yang tidak dikehendaki Malaysia (konfrontasi militer) sebagaimana yang pernah dilancarkan presiden Sukarno  pada  periode  1963-1966.  Hal  ini  terjadi  pada  periode konflik  Indonesia-Malaysia periode 1979-2002, 2005, 2009-2010.